Minggu, 10 November 2013

yaitu KAMU

Ketika sebuah cinta hanyalah berbekas menjadi sebuah cerita yang di kenang, dapatkah aku bertahan setia untuk meletakkan kamu tetap di hatiku?
Tentunya dengan seejuta rasa kangen dan sakit yang telah kupendam. Atau mungkin, aku harus kabur dari perasaan ini dan melarikan diri dari kenyataan. Kemudian, membuka lembaran baru dengan pengganti diri kamu?
Dan ketika aku telah mengambil langkah pertama, ternyata aku menerima kenyataan pahit untuk melihat keberadaan kamu dengan orang lain. Mungkinkah ini yang namanya cinta tapi harus berkorban?
Di dalam pengorbanan, ada rasa yang tidak dapat di bohongi kalau aku menangis karena menerima kenyataan melihat hati kamu sudah diisi dengan orang lain. Haruskah aku lari dari ini semua? Haruskah aku berpura-pura bahwa masa lalu tidak pernah terjadi? Dan ketika waktu memungkinkan untuk berputar kembali, aku hanya akan berteriak dan meminta satu hal, yaitu KAMU.

Rumah


Rumah Hatimu

       Rumah. Sejauh manapun aku melangkah dan berlari, kepadanya juga aku kembali. Rumah. Karena disaalah hati begitu nyaman berdiam. Ada rindu yg terus bernyawa. Membawa inginku selalu kembali padanya.
          Rumah itu kamu. Semesta nyaman yang menjalar dan teduh yang berjajar. Menguar rindu yang tak terbilang. Mengejar cinta – tanpa tanda Tanya, berulang-ulang. Rumah itu, hatimu..