Ketika sebuah cinta hanyalah
berbekas menjadi sebuah cerita yang di kenang, dapatkah aku bertahan setia
untuk meletakkan kamu tetap di hatiku?
Tentunya dengan seejuta rasa
kangen dan sakit yang telah kupendam. Atau mungkin, aku harus kabur dari
perasaan ini dan melarikan diri dari kenyataan. Kemudian, membuka lembaran baru
dengan pengganti diri kamu?
Dan ketika aku telah mengambil
langkah pertama, ternyata aku menerima kenyataan pahit untuk melihat keberadaan
kamu dengan orang lain. Mungkinkah ini yang namanya cinta tapi harus berkorban?
Di dalam pengorbanan, ada rasa
yang tidak dapat di bohongi kalau aku menangis karena menerima kenyataan
melihat hati kamu sudah diisi dengan orang lain. Haruskah aku lari dari ini
semua? Haruskah aku berpura-pura bahwa masa lalu tidak pernah terjadi? Dan
ketika waktu memungkinkan untuk berputar kembali, aku hanya akan berteriak dan
meminta satu hal, yaitu KAMU.