Satu-Satunya
Kesalahan Adalah Mencintaimu
Absurd tapi absolute. Begitu mengagumkan kemiripan antara kegilaan. Dua-duanya serba tak terduga. Rinduku padamu telah membumihanguskan kewarasan, itulah nyatanya. Seperti lilin yang membakar dirinya hingga luluh lantak pada ketiadaan. Menjadi awal seperti sedia kala, senyawa dalam dirinya tanpa api yg berpijar sebagai titik pengakhirannya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar